
1. Nangkring Terakhir& Percakapan Jujur
Di suatu coffee shop hidden gem di Jakarta Selatan, Raka serta Gio, 2 kawan yang udah serempak semenjak lama, bersandar berdua dalam bungkam. Kopi di meja mereka udah mulai dingin, tetapi tidak terdapat yang hirau.
Hari ini beda. Hari ini bisa jadi terakhir kali mereka nangkring serempak.
“ Jadi, lo beneran akan berangkat?” pertanyaan Raka ayal.
“ Iya, bro. Saya alih ke luar negara. Permanen,” jawab Gio.
Raka diem. Mereka udah ngalamin banyak perihal bareng—ngejar scatter hitam Pragmatic, jalan- jalan ke tempat misterius, cari jackpot di kota- kota asing.
Tetapi kali ini, tidak terdapat jackpot yang dapat mengganti kenyataan. Mereka akan berakhir selamanya.
“ Saat sebelum saya berangkat, kita wajib trip terakhir serempak,” tutur Gio.
“ Fix. Satu ekspedisi terakhir untuk ngejar scatter hitam ,” jawab Raka.
2. Ekspedisi Tanpa Tujuan, Tetapi Penuh Makna
Tanpa konsep nyata, mereka nyetir tanpa arah, hanya ngikutin jalanan malam Jakarta yang mulai hening.
“ Bro, kita ke mana?” pertanyaan Raka.
“ Saya tidak mengerti. Yang berarti kita jalur aja,” jawab Gio.
Mereka ngelewatin jalanan kecil, kota- kota pinggiran, serta seketika, mereka nemuin suatu rest zona berumur yang keliatan hening.
Anehnya, tempat ini tidak terdapat di Google Maps. Tapi… tanda HP full kafe.
“ WOY, KITA Dapat SLOTAN!” asyik Gio.
“ Fix ini tanda- tanda untuk jackpot terakhir,” tutur Raka sembari ngakak.
3. scatter hitam Auto Gacor
Mereka bersandar di kursi kusen berumur, buka slot online di HP tiap- tiap, serta mulai nge- spin.
Serta dalam sebagian kali spin…
scatter hitam langsung timbul! Jackpot terus- terusan!
“ WOY! FIX TEMPAT INI GACOR!” jerit Gio.
“ Edan, ini seperti bumi memberkati ekspedisi terakhir kita,” tutur Raka.
Selisih mereka kian naik, gratis spin tidak terdapat abisnya.
Tetapi di tengah euforia jackpot, Raka seketika diem. Ia siuman sesuatu…
“ Bro… ini terakhir kali kita demikian ini.”
“ Iya.”
Mereka tidak ngomong banyak lagi. Mereka hanya nge- spin, menikmati momen yang bisa jadi tidak akan peristiwa lagi.
4. Malam yang Terasa Abadi
Sehabis sebagian jam jackpot, mereka bersandar bungkam ngeliatin langit.
“ Lo akan ribang ini?” pertanyaan Raka.
“ Saya akan ribang seluruhnya,” jawab Gio jujur.
Mereka siuman, bukan scatter hitam yang mereka cari. Tetapi ekspedisi serempak.
Bukan pertanyaan jackpot, tetapi pertanyaan siapa yang lo untuk kemenangan lo serempak.
“ Bro, akad janganlah ilang,” tutur Raka.
“ Hening, men. scatter hitam akan tetep nyari kita, meski kita di tempat berlainan,” jawab Gio sembari ketawa kecil.
5. Perceraian di Pagi Buta
Jam udah nunjukin jam 4 pagi. Mereka kesimpulannya nyetir balik ke kota.
Di depan kondominium Gio, mereka diem sejenak.
“ Lo pergi jam berapa?” pertanyaan Raka.
“ Jam 10 pagi,” jawab Gio.
Mereka salaman. Lama. Lebih dari semata- mata damai perceraian.
“ Piket diri, bro,” tutur Raka.
“ Lo pula,” jawab Gio.
Serta tanpa banyak drama, Gio masuk ke apartemennya.
Raka bersandar di mobil, diem. Ia buka HP…
scatter hitam sedang jalur. Gratis spin sedang tertinggal.
Tetapi kali ini, rasanya beda.
Bukan mengenai jackpot lagi.
Tetapi mengenai momen terakhir yang tidak akan dapat diulang.
6. Jackpot Terbanyak Bukan di Slot
Keesokan harinya, Gio udah berangkat. Raka buka HP, liat selisih slot mereka yang sedang besar perut. Tetapi kali ini, ia tidak langsung spin.
Ia sadar…
scatter hitam Pragmatic yang sangat bernilai bukan jackpot.
Tetapi kawan yang lo temuin di ekspedisi.
Serta malam itu, mereka berhasil jackpot terbanyak mereka.
Bukan selisih.
Bukan slot.
Tetapi ingatan yang akan lalu terdapat selamanya.